HALOKALIMANTAN.COMSINTANG — Pemerintah Kabupaten Sintang berencana menerapkan aturan konsumsi pangan lokal di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD). Melalui kebijakan ini, setiap rapat dan pertemuan yang digelar pada Selasa dan Jumat nantinya diarahkan untuk menyajikan makanan ringan atau snack berbahan pangan lokal.
Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny, mengatakan kebijakan tersebut merupakan upaya mendorong pemanfaatan potensi pangan lokal sekaligus membuka peluang pasar bagi produk olahan masyarakat.
Ia menyebutkan, rencana tersebut telah mendapat persetujuan Bupati Sintang. Pemerintah daerah akan menyiapkan aturan sebagai dasar pelaksanaannya, dimulai dari lingkungan OPD.
“Pada hari Selasa dan Jumat ke depan akan dibuat aturan. Terutama untuk OPD, jika ada rapat atau pertemuan, snack-nya menggunakan pangan lokal,” kata Ronny.
Ia menjelaskan, penerapan kebijakan tersebut nantinya juga diharapkan melibatkan hotel dan pelaku usaha di Kabupaten Sintang. Dengan begitu, produk pangan lokal tidak hanya dimanfaatkan dalam kegiatan pemerintahan, tetapi juga memiliki kesempatan lebih luas untuk dipasarkan.
Ronny menegaskan, Kabupaten Sintang memiliki kekayaan sumber daya alam dan keanekaragaman pangan yang dapat dikembangkan. Berbagai komoditas seperti umbi-umbian, jagung, pisang, sayuran, buah-buahan, ikan, serta hasil pertanian dan perkebunan masyarakat berpotensi menjadi produk pangan bernilai gizi dan ekonomi.
Menurutnya, potensi tersebut perlu didorong agar tidak hanya dikonsumsi secara tradisional, tetapi juga diolah menjadi produk yang menarik, sehat, praktis, inovatif, dan memiliki daya saing.
“Pangan lokal dapat menjadi bagian penting dari kehidupan keluarga sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat membiasakan konsumsi pangan yang beragam dan tidak bergantung pada satu jenis bahan pangan saja. Pemanfaatan pangan lokal, katanya, menjadi salah satu langkah untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga dan daerah.
Khusus bagi para pelaku usaha dan perempuan yang mengembangkan produk olahan pangan lokal, Ronny meminta agar terus berinovasi dan tidak khawatir terhadap peluang pemasaran.
Menurutnya, pemerintah akan memulai dari kebutuhan internal agar produk pangan lokal memiliki ruang untuk berkembang dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
“Jadi, ibu-ibu yang hari ini mengikuti kegiatan pangan lokal tidak perlu khawatir. Tetap semangat dan terus berinovasi. Kita mulai dari pemerintah untuk menampung kreativitas pangan lokal tersebut,” pesannya.





