HALOKALIMANTAN.COM,SINTANG– Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala meminta pengelola asrama, pondok pesantren, taman penitipan anak, dan lembaga pengasuhan anak di Kabupaten Sintang untuk menjaga serta melindungi anak-anak yang dipercayakan kepada mereka.
Pesan tersebut disampaikan Bala saat membuka dan memberikan pengarahan pada kegiatan Sosialisasi Strategi Pemenuhan Hak Anak, Pencegahan Kekerasan dan Perundungan di Lembaga Pengasuhan Anak di Balai Praja Kantor Bupati Sintang, Kamis (22/10/2026).Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala meminta pengelola asrama, pondok pesantren, taman penitipan anak, dan lembaga pengasuhan anak di Kabupaten Sintang untuk menjaga serta melindungi anak-anak yang dipercayakan kepada mereka.
Pesan tersebut disampaikan Bala saat membuka dan memberikan pengarahan pada kegiatan Sosialisasi Strategi Pemenuhan Hak Anak, Pencegahan Kekerasan dan Perundungan di Lembaga Pengasuhan Anak di Balai Praja Kantor Bupati Sintang, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBP3A) Kabupaten Sintang ini diikuti para pengelola asrama, pondok pesantren, taman penitipan anak, dan lembaga pengasuhan anak.
Dalam arahannya, Bala mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari kepedulian Pemerintah Kabupaten Sintang terhadap perlindungan anak, sekaligus langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya kekerasan dan perundungan di lingkungan pengasuhan.
“Kalaupun tidak ada kasus, ini untuk mengantisipasi apa yang mungkin terjadi di kemudian hari. Bagi pengelola asrama dan pondok pesantren, anak-anak yang ada di sana dititipkan oleh orang tuanya karena mereka percaya kepada Bapak dan Ibu. Tolong dijaga anak-anak yang ada di sana,” pesan Bala.
Ia menegaskan, kepercayaan orang tua harus dijaga dengan memberikan pengasuhan yang baik, pendidikan yang layak, pembentukan akhlak, serta memastikan keamanan anak selama berada di lingkungan asrama maupun pesantren.
Menurutnya, ketika orang tua menitipkan anak kepada sebuah lembaga, pengelola memiliki tanggung jawab besar untuk membimbing, mengawasi, dan melindungi mereka.
“Pastikan anak diajar, diurus, dan dilindungi dengan baik. Ini perlu keteguhan dan integritas hati kita. Dengan menerima anak-anak ini, maka kalianlah yang menjadi orang tua dari anak-anak ini,” ujarnya.
Bala memahami bahwa mendidik dan mengasuh anak bukanlah pekerjaan mudah. Namun, ia mengingatkan bahwa kesabaran, keramahan, dan keikhlasan merupakan bagian penting dalam membimbing anak agar tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.
Ia juga menyampaikan bahwa perlakuan baik terhadap anak akan meninggalkan kesan positif, bahkan dapat menjadi bagian dari reputasi lembaga pengasuhan di tengah masyarakat.
“Kebaikan, keramahan, dan keikhlasan kita membimbing anak-anak ini pasti akan diingat oleh mereka. Mungkin tidak akan dibalas dengan materi, tetapi mereka akan bercerita kepada orang lain. Nama baik asrama dan pondok pesantren akan bagus,” katanya.
Lebih lanjut, Bala mengingatkan bahwa orang tua menitipkan anak ke asrama atau pondok pesantren dengan harapan anak-anak memperoleh pendidikan dan lingkungan yang aman dari berbagai pengaruh negatif, seperti narkoba, judi online, dan pergaulan bebas.
Karena itu, ia meminta seluruh pengelola lembaga pengasuhan tidak mengabaikan kepercayaan yang telah diberikan orang tua.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Pemerintah Kabupaten Sintang berharap para pengelola lembaga pengasuhan semakin memahami pentingnya pemenuhan hak anak, pencegahan kekerasan dan perundungan, serta penciptaan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak. (RILIS PROKOPIM)





