HALOKALIMANTAN.COM,SINTANG — Asisten I Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Yustinus J, meminta seluruh camat dan lurah memahami kondisi riil wilayah masing-masing agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal.
Pesan tersebut disampaikan Yustinus saat membuka dan memberikan pengarahan dalam Rapat Kerja Camat dan Lurah se-Kabupaten Sintang di Balai Praja Kantor Bupati Sintang, Jumat (23/10/2026).Asisten I Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Yustinus J, meminta seluruh camat dan lurah memahami kondisi riil wilayah masing-masing agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal.
Pesan tersebut disampaikan Yustinus saat membuka dan memberikan pengarahan dalam Rapat Kerja Camat dan Lurah se-Kabupaten Sintang di Balai Praja Kantor Bupati Sintang, Jumat (23/10/2026).
Rapat kerja yang dilaksanakan Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang itu diikuti 14 camat dan 16 lurah. Kegiatan ini menjadi ruang koordinasi untuk menyelaraskan penyelenggaraan pemerintahan mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan hingga kabupaten.
Yustinus berharap rapat kerja tersebut menghasilkan alur koordinasi yang lebih terarah, sehingga berbagai persoalan di lapangan dapat disampaikan melalui mekanisme dan prosedur yang jelas.
“Sistem kerja kita ke depan harus terintegrasi dan tidak langsung ke pimpinan, tetapi melalui prosedur. Silakan sampaikan berbagai hal terkait penyelenggaraan pemerintahan, termasuk isu-isu strategis. Silakan terbuka menyampaikan persoalan yang dihadapi,” kata Yustinus.
Ia menegaskan, hasil rapat kerja tersebut akan dirangkum menjadi rekomendasi untuk disampaikan kepada pimpinan daerah sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan.
Selain memperkuat koordinasi, Yustinus mengingatkan camat dan lurah agar memahami secara langsung kondisi wilayah dan persoalan yang dihadapi masyarakat.
Menurutnya, camat perlu mengunjungi seluruh desa di wilayah kerjanya, sedangkan lurah harus menguasai kondisi wilayah kelurahan masing-masing, termasuk mengetahui kebutuhan dan persoalan warganya.
“Kita diberikan tugas dan tanggung jawab sebagai camat dan lurah. Karena itu, kalian harus tahu kondisi riil di lapangan. Camat harus mengunjungi semua desa di wilayahnya, sementara lurah harus menguasai wilayahnya dengan baik,” pesannya.
Yustinus juga meminta camat dan lurah membangun komunikasi yang baik dengan tokoh masyarakat di wilayah masing-masing serta memberikan pelayanan publik seoptimal mungkin.
Terkait rencana pemekaran kecamatan, ia menyebut persoalan tapal batas perlu diselesaikan. Sementara itu, pemenuhan jumlah kepala keluarga (KK) pada desa-desa yang masuk dalam rencana kecamatan baru perlu dikaji sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam kesempatan tersebut, Yustinus turut mengajak masyarakat Kabupaten Sintang memperbarui data administrasi kependudukan, khususnya data pendidikan dalam kartu keluarga (KK).
Ia menilai data yang tidak diperbarui dapat menyebabkan ketidaksesuaian antara kondisi pendidikan penduduk sebenarnya dengan data administrasi yang tercatat.
“Misalnya, anak sudah menyelesaikan pendidikan sarjana, tetapi data di KK masih SD atau SMP. Karena itu, saya mengajak masyarakat memperbarui data kependudukan agar sesuai dengan kondisi sebenarnya,” jelasnya.
Menurut Yustinus, data kependudukan yang akurat penting sebagai dasar perencanaan dan evaluasi pembangunan, termasuk dalam melihat kondisi pendidikan masyarakat Kabupaten Sintang. (Rilis prokopim)





