HALOKALIMANTAN.COM,SINTANG — Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny mengajak masyarakat untuk mulai memanfaatkan kekayaan pangan lokal sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga dan daerah. Ketergantungan pada satu jenis bahan pangan dinilai perlu dikurangi dengan membiasakan konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman.
Ajakan tersebut disampaikan Florensius Ronny saat menghadiri peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) Kabupaten Sintang Tahun 2026 di Pendopo Bupati Sintang, Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Sintang.
Ronny berharap peringatan Hari Pangan Sedunia tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan ketahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan.
Menurutnya, Kabupaten Sintang memiliki kekayaan sumber daya alam dan keanekaragaman bahan pangan yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat sekaligus meningkatkan perekonomian daerah.
“Di tengah berbagai tantangan hari ini, seperti perubahan iklim, dinamika harga pangan, perubahan pola konsumsi, dan ketergantungan terhadap komoditas tertentu, kita dituntut untuk semakin bijak dalam mengelola dan memanfaatkan potensi pangan yang tersedia di daerah kita sendiri,” terang Ronny.
Ia menilai, potensi pangan lokal yang dimiliki Sintang merupakan kekuatan yang perlu dikembangkan secara optimal. Berbagai komoditas seperti umbi-umbian, jagung, pisang, aneka sayuran, buah-buahan, ikan, serta hasil pertanian dan perkebunan masyarakat dapat menjadi sumber pangan bergizi sekaligus memiliki nilai ekonomi.
Namun, potensi tersebut perlu didorong agar tidak hanya dimanfaatkan dalam bentuk konsumsi tradisional. Pengembangan dan inovasi pengolahan pangan dinilai penting untuk menghasilkan produk yang lebih menarik, sehat, praktis, dan mampu bersaing di pasar.
“Potensi tersebut harus kita dorong agar tidak hanya dikonsumsi secara tradisional, tetapi juga diolah menjadi beragam produk pangan yang menarik, sehat, praktis, inovatif, dan memiliki daya saing. Dengan demikian, pangan lokal dapat menjadi bagian penting dari kehidupan keluarga sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ronny menekankan bahwa upaya memperkuat ketahanan pangan perlu dimulai dari lingkungan keluarga. Masyarakat diharapkan membiasakan pola konsumsi yang beragam dengan memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di sekitar tempat tinggal.
Menurutnya, ketergantungan pada komoditas tertentu dapat dikurangi apabila masyarakat mulai mengenali dan mengoptimalkan sumber pangan alternatif yang memiliki kandungan gizi baik.
Pemanfaatan pangan lokal juga berpotensi membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Produk olahan berbahan dasar hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan dapat dikembangkan menjadi usaha produktif yang memberikan nilai tambah bagi hasil produksi masyarakat.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Sintang untuk mulai membangun kebiasaan mengonsumsi pangan yang beragam dan tidak bergantung pada satu jenis bahan pangan saja. Mari kita manfaatkan kekayaan pangan lokal sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga dan daerah,” tegasnya.Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny menghadiri Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) Kabupaten Sintang Tahun 2026 di Pendopo Bupati Sintang pada Selasa, 20 Oktober 2026. Kegiatan diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Sintang.





