Dua Mahasiswa Universitas OSO Wakili Kalbar di Future Leaders Summit 2026

oleh

PONTIANAK, KR – Dua mahasiswa Universitas OSO, Irvan Surya dan Yoga Pratama, akan mewakili Kalimantan Barat dalam Future Leaders Summit (FLS) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 7–9 September 2026 di BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata, Bojongsari, Depok, Jawa Barat. Keduanya menjadi bagian dari enam mahasiswa asal Kalimantan Barat yang mengikuti rangkaian program tersebut, dengan perwakilan dari tiga perguruan tinggi, yakni Universitas OSO, Universitas Muhammadiyah Pontianak, dan Universitas PGRI Pontianak.

FLS 2026 merupakan puncak rangkaian Future Leaders Camp (FLC) 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Sebelumnya, Irvan Surya dan Yoga Pratama telah mengikuti FLC Regional V dan tercatat sebagai peserta dalam daftar resmi program tersebut bersama mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di wilayah regional.

Rangkaian FLC menjadi ruang pengembangan kapasitas mahasiswa melalui berbagai materi dan aktivitas, di antaranya kepemimpinan nasional, komunikasi publik, inovasi, kebijakan publik berbasis data, value-driven leadership, kewirausahaan, dan social impact. Peserta juga mendapatkan proses assessment serta pengembangan mini project sebagai bagian dari rangkaian pembelajaran.

Keikutsertaan dua mahasiswa Universitas OSO dalam FLS menjadi bagian dari perjalanan mereka dalam program pengembangan kepemimpinan yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Kehadiran enam mahasiswa dari tiga perguruan tinggi Kalimantan Barat juga menjadi kesempatan untuk membawa perspektif daerah ke ruang perjumpaan mahasiswa di tingkat nasional.

Presiden Mahasiswa Universitas OSO, Irvan Surya, mengatakan kesempatan mengikuti FLS menjadi kelanjutan dari proses pembelajaran yang telah dijalani selama FLC.

“Bagi saya, kesempatan mengikuti FLS ini merupakan kelanjutan dari proses belajar yang kami jalani sejak FLC. Saya melihat ini sebagai ruang untuk bertemu dengan mahasiswa dari berbagai daerah, bertukar gagasan, dan membawa perspektif Kalimantan Barat ke forum nasional,” ujar Irvan.

Menurutnya, keberadaan enam mahasiswa dari tiga perguruan tinggi Kalimantan Barat dalam rangkaian FLS juga dapat menjadi ruang untuk memperkuat jejaring antarmahasiswa daerah.

“Kami datang dari tiga kampus yang berbeda, tetapi membawa semangat yang sama untuk terus belajar dan berkembang. Harapannya, pertemuan ini nantinya tidak hanya menjadi ruang bertukar gagasan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi yang bisa dibawa kembali ke Kalimantan Barat,” lanjutnya.

Sementara itu, Rektor Universitas OSO, Dr. Yarlina Yacoub, S.E., M.Si., mengapresiasi kesempatan yang diperoleh dua mahasiswa Universitas OSO untuk mengikuti FLS 2026. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam forum nasional merupakan bagian penting dari proses pembelajaran di luar ruang akademik.

“Kami mengapresiasi kesempatan yang diperoleh mahasiswa Universitas OSO untuk mengikuti Future Leaders Summit. Forum seperti ini merupakan ruang pembelajaran yang baik bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, bertukar gagasan, dan memahami berbagai perspektif dari mahasiswa maupun perguruan tinggi di daerah lain,” ujar Yarlina.

Ia berharap keikutsertaan tersebut dapat memberikan pengalaman yang bermanfaat bagi pengembangan kapasitas mahasiswa.

“Kami berharap pengalaman yang nantinya diperoleh dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan kapasitas kepemimpinan, kemampuan berkolaborasi, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial. Apa yang dipelajari di tingkat nasional diharapkan dapat dibawa kembali dan memberikan kontribusi positif bagi kampus maupun masyarakat,” lanjutnya.

Bagi Irvan, kesempatan tersebut bukan hanya tentang hadir dalam forum nasional, tetapi juga tentang membawa nama Universitas OSO dan Kalimantan Barat dengan sebaik-baiknya.

“Kami tentu ingin memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Datang bukan hanya untuk hadir, tetapi untuk belajar, mendengar, dan membawa pulang sesuatu yang bisa berarti bagi kampus dan daerah,” tutup Irvan.

FLS 2026 selanjutnya akan menjadi momentum pertemuan para peserta FLC dari berbagai daerah di Indonesia. Bagi mahasiswa Kalimantan Barat, keikutsertaan tersebut diharapkan dapat memperluas jejaring, memperkaya perspektif, serta membuka ruang kolaborasi antarmahasiswa di tingkat nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *