Hal tersebut disampaikannya saat membuka Jambore Kader BKB dan BKR Tingkat Kabupaten Sintang Tahun 2026 di Aula Cadika Sintang, Selasa (27/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat, Kepala Dinas KBP3A Sintang Edy Harmaeni beserta jajaran, serta para peserta jambore.
Kartiyus mengatakan pembangunan sumber daya manusia harus dimulai dari keluarga sebagai unit terkecil masyarakat yang berperan penting dalam membentuk karakter dan masa depan generasi bangsa.
Ia menyebut upaya tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Sintang 2025–2029, yakni mewujudkan masyarakat yang maju, sejahtera, berkualitas, dan berkelanjutan, terutama melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, kader BKB dan BKR memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi kepada orang tua mengenai pengasuhan serta tumbuh kembang anak dan remaja.
“ Saya berharap melalui kegiatan jambore ini seluruh peserta mendapatkan tambahan pengetahuan dan keterampilan untuk memberikan edukasi kepada orang tua, terutama dalam memberikan pengasuhan yang baik sehingga anak-anak dapat bertumbuh dan berkembang secara optimal,” ujarnya.
Kartiyus juga mendorong para kader menjadi teladan di lingkungan masing-masing, dimulai dari keluarga sendiri.
Selain penguatan ketahanan keluarga, ia menyinggung upaya percepatan deklarasi Open Defecation Free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan. Dari total desa di Kabupaten Sintang, sebanyak 180 desa telah berstatus ODF, sedangkan 211 desa lainnya masih perlu didorong untuk mencapai status tersebut.
Ia berharap kolaborasi para kader dan pemerintah dapat mendukung terwujudnya keluarga yang sehat dan tangguh serta generasi berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. (RILIS PROKOPIM)





