Kadinkes: Desa Siaga TBC Dorong Kolaborasi dan Peran Aktif Masyarakat

oleh

SINTANG, HK – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Edy Harmaini memaparkan konsep serta tujuan Program Desa Sehat Siaga Tuberkulosis (TBC) Tahun 2025 saat launching yang digelar di Pendopo Bupati Sintang, Selasa 11 November 2025.

Program ini menjadi salah satu strategi daerah dalam mendukung target nasional eliminasi TBC tahun 2030.

Edy menjelaskan, Desa dan Kelurahan Siaga TBC adalah wilayah yang memiliki kesiapan sumber daya, serta komitmen bersama antara pemerintah desa, fasilitas kesehatan, dan masyarakat dalam mencegah dan menanggulangi penyakit tuberkulosis.

“Desa siaga ini bukan hanya soal fasilitas, tetapi juga kesiapan masyarakat dalam berpartisipasi aktif menghadapi masalah TBC,” ujar Edy.

Tujuan utama program ini, lanjutnya, adalah memperkuat upaya pencegahan, mempercepat penemuan kasus baru, serta memastikan keberhasilan pengobatan pasien hingga tuntas.

Ia mengatakan melalui pendekatan berbasis komunitas, program ini juga mengedepankan skrining dini, investigasi kontak erat, dan pemberian Terapi Pencegahan TBC (TPT).

“Yang kita dorong adalah peningkatan skrining terduga TBC, penemuan kasus, pendampingan pasien, dan menerapkan pengobatan yang tepat. Semua itu dilakukan secara terpadu dengan puskesmas,” jelasnya.

Edy menambahkan, keberhasilan Desa Siaga TBC dibangun melalui tiga komponen utama, yakni pelayanan kesehatan dasar, pemberdayaan masyarakat, dan pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat. Ketiganya dijalankan secara kolaboratif dengan puskesmas, kader kesehatan, dan lembaga desa.

“Program ini tidak berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dengan layanan dasar di puskesmas. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan,” tegasnya.

Ia menjelaskan dalam pelaksanaannya, program ini mencakup edukasi dan penyuluhan kesehatan, surveilans desa, pelacakan pasien yang putus pengobatan, pendampingan perawatan, serta skrining khusus pada kelompok masyarakat berisiko. Monitoring dilakukan melalui indikator capaian skrining, tingkat keberhasilan pengobatan, dan cakupan pemberian TPT.

Edy berharap, melalui program ini, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga turut menjadi penggerak dalam upaya pencegahan dan penanggulangan TBC.

“Desa Siaga TBC kita harapkan menjadi desa yang tanggap, peduli, dan saling mendukung agar penularan TBC bisa ditekan sedini mungkin,” pungkasnya.

Sumber: Rilis Kominfo Sintang

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *