SINTANG, HK — Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Edy Harmaini, mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya masih mengalami kekurangan tenaga medis, khususnya dokter gigi di puskesmas.
Dari total 20 puskesmas yang tersebar di Kabupaten Sintang, baru 8 puskesmas yang memiliki dokter gigi tetap.
“Kita memang masih kekurangan dokter tetap, terutama dokter gigi. Dari 20 puskesmas baru delapan yang memiliki,” ujar Edy saat ditemui usai kegiatan Launching Desa Sehat Siaga TBC, Selasa 11 November 2025.
Edy menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Sintang melalui Dinas Kesehatan terus berupaya memenuhi kebutuhan tenaga medis di berbagai fasilitas kesehatan.
Upaya tersebut dilakukan melalui beberapa jalur, seperti pengusulan formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), program Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), serta dukungan dari Kementerian Kesehatan melalui program Tenaga Nusantara Sehat.
Namun, Edy mengakui masih banyak kendala yang dihadapi, terutama dalam penempatan tenaga medis di wilayah terpencil. Beberapa tenaga medis yang lulus seleksi CPNS terkadang mengundurkan diri karena tidak siap ditempatkan di daerah dengan akses yang sulit.
“Tahun lalu kita dapat 19 formasi, tapi ada dua orang yang mengundurkan diri karena tidak mau ditempatkan di daerah terpencil,” jelasnya.
Untuk tenaga dokter gigi, Edy menambahkan bahwa rekrutmen hanya bisa dilakukan melalui jalur CPNS karena formasi PPPK untuk tenaga tersebut belum tersedia. Kondisi ini menyebabkan upaya pemenuhan tenaga dokter gigi di puskesmas berjalan lambat.
“Untuk tahun 2026 belum ada usulan karena memang belum dibuka. Tapi kalau nanti sudah dibuka, akan kita usahakan agar kebutuhan tenaga dokter gigi bisa terpenuhi,” tegas Edy Harmaini.
Ia berharap ke depan kebutuhan tenaga medis di seluruh puskesmas dapat terpenuhi agar pelayanan kesehatan bagi masyarakat, terutama di daerah pedalaman, bisa berjalan optimal.





