HALOKALIMANTAN.COM,SINTANG— Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang sekaligus Duta Stunting Kabupaten Sintang, Kartiyus, menekankan pentingnya meningkatkan kesehatan ibu hamil dan anak usia di bawah dua tahun sebagai upaya mencegah stunting.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka dan memberikan pengarahan pada Lokakarya Mini Lintas Sektor Wilayah Kerja Puskesmas Tanjungpuri, Kecamatan Sintang, di Aula CU Keling Kumang, Kamis (29/10/2026). Foto
Kegiatan tersebut dihadiri Camat Sintang, Kepala Dinas Kesehatan, jajaran Puskesmas Tanjungpuri, Forkopimcam, PKK, dan sejumlah pihak terkait.
Kartiyus menyoroti adanya selisih sekitar 10 persen antara hasil survei SSGI dan PPGM terkait angka stunting di Kabupaten Sintang. Menurutnya, perbedaan tersebut perlu menjadi perhatian dalam memahami kondisi stunting di daerah.
Ia juga mendorong percepatan deklarasi Open Defecation Free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan. Kecamatan Sintang, katanya, belum mencapai deklarasi tersebut karena baru tujuh desa dan kelurahan yang berstatus ODF.
Kartiyus mengajak masyarakat menyediakan jamban di rumah masing-masing, mengakses air bersih, serta meninggalkan kebiasaan menggunakan jamban di sungai.
“Semua warga harus ada WC di rumah. Tapi pesan saya, pelan-pelan saja,” ujarnya.
Dalam upaya pencegahan stunting, Kartiyus juga meminta orang tua memantau pertumbuhan anak, terutama berat dan tinggi badan. Jika ditemukan indikasi gangguan pertumbuhan atau kekurangan gizi, orang tua diminta segera berkonsultasi dengan petugas kesehatan.
Ia menekankan pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin, pemenuhan gizi anak, serta pemeriksaan kesehatan berkala bagi anak berusia maksimal dua tahun.
“Kalau ditemukan anak-anak yang terindikasi gizinya tidak terpenuhi, lakukan tindakan dan perlakuan khusus selama paling tidak tiga bulan sambil mengawasi perkembangannya,” pesannya.
Kartiyus berharap kerja sama lintas sektor dan kepedulian keluarga semakin kuat sehingga upaya pencegahan stunting di Kabupaten Sintang dapat berjalan lebih efektif.





