Bupati Bala Optimistis Masjid At-Ta’awun Rampung Berkat Kebersamaan

oleh
Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menandai dimulainya pembangunan fisik Masjid At-Ta’awun MTs Negeri 1 Sintang yang berada di Jalan Stadion Baning Sintang pada Selasa, 20 Oktober 2026. Turut hadir pada acara tersebut H. Senen Maryono Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Sintang, Ketua MUI Sintang H. Edy Sunaryo, Anggota DPRD Sintang Muhammad Chomain Wahab, Forkopimda, Kepala MTs Negeri 1 Sintang dan tamu undangan. FOTO/AGUS

HALOKALIMANTAN.COM,SINTANG — Pembangunan Masjid At-Ta’awun di lingkungan MTs Negeri 1 Sintang resmi dimulai. Kehadiran masjid baru ini diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan tempat ibadah di sekolah, sekaligus membentuk generasi muda yang religius dan memperkuat nilai kebersamaan.

Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menandai dimulainya pembangunan fisik masjid yang berlokasi di Jalan Stadion Baning, Sintang, Selasa 20 Oktober 2026.

Pembangunan masjid ini dilatarbelakangi kondisi musala sekolah yang sudah tidak mampu menampung seluruh siswa untuk melaksanakan salat berjamaah secara bersamaan. Selama ini, para siswa harus bergantian hingga empat kali untuk menunaikan ibadah.

Selain keterbatasan kapasitas, kondisi musala yang terasa panas juga menjadi kendala kenyamanan bagi siswa saat beribadah.

Ketua Panitia Pembangunan Masjid At-Ta’awun, Sun Pranoto, mengatakan pembangunan masjid tersebut merupakan upaya menyediakan fasilitas ibadah yang lebih memadai bagi warga sekolah.

“Biasanya kita membangun masjid harus mencari jemaah. Tetapi di MTsN 1 Sintang ini, jemaahnya sudah pasti ada. Anak-anak kita sendiri yang akan memakmurkan masjid ini,” ujar Sun Pranoto.

Masjid At-Ta’awun direncanakan memiliki luas bangunan sekitar 760 meter persegi dengan kebutuhan anggaran diperkirakan lebih dari Rp2 miliar.

Hingga saat ini, panitia telah menerima donasi hampir Rp200 juta. Meski demikian, dukungan dari berbagai pihak masih sangat diperlukan agar pembangunan dapat berjalan hingga selesai.

Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala mengapresiasi panitia yang telah berani memulai pembangunan fisik Masjid At-Ta’awun. Menurutnya, pembangunan rumah ibadah merupakan langkah besar yang harus dimulai dengan niat, keberanian, dan semangat kebersamaan.

Ia mengibaratkan pembangunan masjid seperti perjalanan panjang yang membutuhkan langkah pertama untuk mencapai tujuan.

“Pembangunan masjid ini dimulai dari mimpi yang berani diwujudkan. Dimulainya pembangunan fisik masjid ini saya ibaratkan kalau kita menuju 1.000 kilometer, maka pasti dimulai dari satu langkah. Dan langkah ini sudah kita mulai dari hari ini,” terang Gregorius Herkulanus Bala.

Bala juga optimistis pembangunan masjid dapat diselesaikan melalui semangat gotong royong dan kepedulian berbagai pihak. Ia menilai kehadiran sejumlah tokoh masyarakat dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu modal penting untuk memperkuat dukungan terhadap pembangunan.

Menurutnya, budaya saling menolong merupakan nilai penting yang harus terus dijaga, terutama dalam pembangunan fasilitas yang memberikan manfaat bagi kepentingan bersama.

“Saya selalu menyampaikan agar kita manusia tidak menyuruh Tuhan untuk berutang kepada kita manusia. Tetapi kita manusia yang berutang kepada Tuhan. Apa yang kita lakukan dengan menolong orang lain atau membantu pembangunan masjid ini adalah kita membalas kebaikan Tuhan kepada kita,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan masjid tidak semata-mata menjadi tanggung jawab panitia atau pihak sekolah. Keterlibatan masyarakat merupakan bagian penting dalam mewujudkan rumah ibadah yang nantinya dimanfaatkan oleh para siswa dan warga sekitar.

“Membantu pembiayaan pembangunan masjid ini ibaratkan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Dari umat, oleh umat, dan untuk umat. Saya yakin dengan kebersamaan ini, jadwal kapan selesai pembangunan masjid ini akan bisa dilaksanakan dengan baik,” kata Bala.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *