Dinkes Sintang Fokus Perkuat Kolaborasi Eliminasi TBC

oleh

SINTANG, HK — Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya eliminasi penyakit tuberkulosis (TBC).

Kepala Dinas Kesehatan Sintang, Edy Harmaini, menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada pelayanan medis, tetapi juga dukungan aktif dari seluruh elemen masyarakat, pemerintah desa, hingga sektor swasta.

Menurut Edy, penanganan TBC melibatkan proses panjang yang mencakup empat tahap utama, yakni promosi kesehatan, screening, pengobatan, dan pemantauan pasien hingga tuntas. Karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi sangat penting agar setiap tahap bisa berjalan efektif dan berkelanjutan.

“Mulai dari promosi, kemudian kita screening, pengobatan, dan pemantauan minum obat sampai selesai. Prosesnya panjang, jadi perlu kolaborasi bersama seluruh stakeholder, termasuk perusahaan lewat CSR,” jelas Edy.

Ia juga mendorong agar pemerintah desa dapat memasukkan kegiatan penanganan TBC dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (RAPBDes) tahun 2026.

Menurutnya, dukungan anggaran dari desa sangat dibutuhkan, terutama untuk mendukung kegiatan edukasi, sosialisasi, dan deteksi dini di tingkat masyarakat.

“Kita padukan kegiatan screening dengan pelayanan kesehatan gratis yang dilakukan oleh puskesmas maupun kader di lapangan. Jadi perannya jelas, desa punya dukungan anggaran, tenaga medis juga aktif bergerak,” ujar Edy.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pencegahan dan deteksi dini sebagai langkah utama dalam memutus rantai penularan TBC. Edukasi kepada masyarakat tentang gejala dan pentingnya pengobatan teratur juga harus terus digalakkan.

“Edukasi dan deteksi dini itu penting. Jangan tunggu parah baru berobat. Kalau semua pihak berperan, saya yakin eliminasi TBC bisa kita capai,” tegas Edy Harmaini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *