SINTANG, HK — Pemerintah Kabupaten Sintang melalui Dinas Kesehatan menegaskan komitmennya dalam upaya eliminasi penyakit tuberkulosis (TBC) di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Edy Harmaini, menyebut bahwa Sintang termasuk daerah yang cukup rawan terhadap penyebaran TBC, dengan jumlah kasus mencapai 849 penderita.
“Kita ini sudah sangat rawan terkait TBC. Hari ini merupakan launching pertama kita dalam rangka eliminasi TBC di Kabupaten Sintang,” ujar Edy saat menghadiri kegiatan Launching Desa Sehat Siaga TBC di Pendopo Bupati Sintang.
Ia menjelaskan, dari 406 desa dan kelurahan di Kabupaten Sintang, baru 8 desa yang telah menandatangani komitmen sebagai Desa Siaga TBC. Sementara itu, 33 desa lainnya sudah menyatakan kesiapan untuk mendeklarasikan diri dalam waktu dekat. Adapun kasus tertinggi ditemukan di Kecamatan Sepauk.
Edy menargetkan agar seluruh desa dan kelurahan di Sintang bisa berstatus Siaga TBC pada tahun 2026. Untuk mencapai target tersebut, pihaknya akan memperkuat peran lintas sektor, mulai dari puskesmas, kader posyandu, hingga pemerintah desa melalui alokasi dukungan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).
“Kita dorong seluruh desa untuk menjadi Desa Siaga TBC. Tahun depan dalam RAPBDes 2026 sudah ditagging kegiatan yang berhubungan dengan promosi, edukasi, dan deteksi dini TBC,” jelasnya.
Edy menekankan bahwa upaya eliminasi TBC tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan harus melibatkan seluruh komponen masyarakat dan pemerintah desa.
“Eliminasi ini harus dikerjakan bersama, tidak bisa sendiri. Kalau semua pihak berkomitmen, saya yakin target 2026 bisa kita capai,” tegas Edy Harmaini.





