SINTANG, HK – Tim Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Kabupaten Sintang resmi memulai latihan intensif pada Senin, 15 September 2025.
Pembukaan latihan dipimpin langsung oleh Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Kabupaten Sintang, Agustinus Hata, di Balai Kenyalang. Hadir dalam kesempatan tersebut para peserta, pelatih, dan jajaran pengurus LP3KD.
Dalam arahannya, Agustinus Hata menegaskan pentingnya keseriusan dan semangat seluruh peserta serta pelatih selama mengikuti latihan hingga awal November mendatang.
“Latihan yang intensif dan serius akan membuat kita tampil maksimal pada Pesparani I Terbatas Provinsi Kalimantan Barat di Pontianak, 7–8 November 2025. Target kita adalah hasil terbaik, karena juara di Pontianak nanti akan mewakili Kalimantan Barat pada Pesparani Nasional IV tahun 2027,” ujarnya.
Ia juga meminta kekompakan seluruh tim pada delapan jenis perlombaan yang diikuti. Untuk mendukung persiapan, LP3KD Sintang akan menyiapkan seragam, sepatu peserta, pakaian khusus pelatih dan official, serta konsumsi sehat selama latihan. “Pengurus juga harus membantu segala kebutuhan peserta dan pelatih. Semua hal yang diperlukan untuk kelancaran latihan silakan disampaikan, karena kita sudah mendaftar ke panitia Pesparani tingkat provinsi,” tambahnya.
Ketua Tim Pesparani Kabupaten Sintang, Hendrika, menjelaskan komposisi tim yang terdiri dari Paduan Suara Dewasa Campuran dengan 33 orang peserta dan 3 pelatih, penyanyi mazmur anak, remaja, orang muda Katolik (OMK), dan dewasa masing-masing 1 orang peserta dengan didampingi pelatih, bertutur Kitab Suci 1 peserta dengan 2 pelatih, serta Cerdas Cermat Rohani (CCR) anak dan remaja dengan total 6 peserta dan 3 pelatih.
“Dengan demikian total peserta dan pelatih yang akan berangkat ke Pontianak sebanyak 53 orang, ditambah official dari pengurus LP3KD. Latihan akan dilakukan empat kali seminggu di lokasi yang berbeda-beda,” terang Hendrika.
Sementara itu, Pembina LP3KD Kabupaten Sintang, Laurensius Giya, menekankan pentingnya disiplin dalam latihan. “Peserta dan pelatih harus rela mengorbankan waktu serta tenaga. Khusus tim paduan suara, pahami dan kuasai notasi serta syair lagu. Satu kesalahan kecil saja bisa mengurangi nilai, jadi berlatihlah dengan sungguh-sungguh,” pesannya.





